Weda,-Talentanews.com.– Sejumlah Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) berencana melaporkan Ketua Bawaslu dan Bendahara Kabupaten Halmahera Tengah kepada aparat penegak hukum. Langkah ini diambil buntut dari polemik anggaran hibah sebesar Rp.9 miliar, di mana sebagian dana disebut belum dicairkan hingga saat ini.

Para Panwascam mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait pencairan dana tersebut, namun tidak mendapat kejelasan. Mereka menilai ada indikasi kelalaian atau bahkan potensi penyalahgunaan dalam pengelolaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk mendukung pelaksanaan pengawasan pilkada di tingkat kecamatan.

“Laporan ini kami ajukan demi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik,” ungkap salah satu perwakilan Panwascam yang enggan disebutkan namanya.Senin (5/5/2025).

Pasalnya anggaran Hiba pilkada 2024 lalu hingga sekarang belum ada kejelasan oleh itu langka dan upaya kami belum membuahkan hasil sehingga apa yang kami ambil ini adalah langkah terakhir kami sebagai panwascam.

” Ini hak kita belum diberikan kepada anggota panwascam, ketika kita pertanyakan banyak alasan kami dapatkan dari ketua dan bendahara buka baru pertma kali kita pertanyakan sudah berulang kali kita tanya tapi belum juga kejelasan yang pasti” tutupnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *