Weda, Talentanews.com– Simon Burnama resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Limbah Industri (APLI) Kabupaten Halmahera Tengah , Maluku Utara untuk periode 2026-2031. Ia ditetapkan melalui mekanisme aklamasi dalam pertemuan yang digelar pada Rabu malam, 13 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 WIT, di Caffe Amora Puncak, Kecamatan Weda Tengah.

Pembentukan APLI ini menandai langkah awal konsolidasi para pelaku usaha pengelolaan limbah B3 dan non-B3 di wilayah tersebut, di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan limbah industri seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi di Halmahera Tengah.

Dalam pernyataannya, Simon Burnama menegaskan bahwa mandat kepemimpinannya berfokus pada penanganan persoalan limbah secara sistematis dan berkelanjutan. Ia menyebut APLI hadir sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan tata kelola limbah yang lebih efektif di daerah.

“Sebagai organisasi yang didirikan pada 13 Mei 2026, APLI hadir untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah dan limbah industri di Kabupaten Halmahera Tengah melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Simon.

Dalam struktur kepengurusan yang langsung dibentuk, Simon Burnama menjabat sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Risal Syamsudin sebagai Wakil Ketua Umum yang berbasis di Sagea, Weda Utara. Posisi Sekretaris diisi oleh Risal Alting dari Weda Kota, sementara Bendahara dijabat Hamida Ambar dari Desa Woebulen, Weda Tengah.

APLI menetapkan sejumlah agenda strategis sebagai pijakan awal organisasi. Di antaranya adalah penguatan rantai nilai industri daur ulang guna mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Selain itu, organisasi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan limbah yang terintegrasi.

Upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengelolaan sampah turut menjadi prioritas. APLI menargetkan peningkatan pendapatan serta kemampuan teknis UMKM agar dapat berperan lebih signifikan dalam industri ini.

Tak hanya itu, APLI juga mendorong anggotanya untuk menjadi aktor utama dalam sistem pengelolaan sampah daerah yang berkelanjutan, dengan memperkuat peran sektor swasta dalam mendukung kebijakan lingkungan.

APLI berkomitmen pengelolaan sampah daerah yang berkelanjutan, dengan memperkuat peran sektor swasta dalam mendukung kebijakan lingkungan.

“Dengan visi dan misi yang telah dirumuskan, APLI Kabupaten Halmahera Tengah menyatakan komitmennya untuk menjadi katalis perubahan dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,”tandasnya.(Red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *