Weda,Talentanews.com – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digadang-gadang menjadi senjata Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk menekan angka kemiskinan, justru berubah menjadi sumber persoalan di lapangan. Program yang diinisiasi Bupati Ikram Malan Sangaji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil itu kini disorot tajam karena dinilai jauh dari harapan.
Fakta di Desa Tilope, Dusun III, Kecamatan Weda Selatan, berbicara lain. Hasil pantauan pada Selasa (28/4/2026) menemukan sedikitnya 15 unit rumah yang direhabilitasi sejak 2025 hingga kini mangkrak tanpa kepastian. Rumah-rumah tersebut belum rampung, sementara warga penerima manfaat dibiarkan menunggu dalam ketidakjelasan.
“Program ini seharusnya membantu masyarakat miskin, tapi yang terjadi justru kami seperti ditinggalkan,” keluh salah satu warga dengan nada geram.
Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya masalah serius dalam pelaksanaan proyek. Namun saat dikonfirmasi, AA yang disebut-sebut terlibat justru melempar tanggung jawab. Ia membantah keterkaitannya dan menyebut proyek tersebut milik pihak lain.
“Tidak ada kaitannya dengan saya. Itu proyeknya Jaya,” ujarnya singkat, seraya meminta agar konfirmasi diarahkan langsung ke kontraktor.Rabu (29/4/2026)
Di sisi lain, kontraktor proyek, Jaya, tidak menampik keterlambatan pekerjaan. Namun ia berdalih bahwa hambatan utama berasal dari seretnya pencairan anggaran.
“Pencairan baru sekitar 30 persen, sementara pekerjaan sudah berjalan kurang lebih 75 persen,” katanya.
Alasan tersebut justru mempertegas lemahnya pengelolaan program yang seharusnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Minimnya transparansi dan lambannya pencairan anggaran menjadi indikasi kuat adanya persoalan tata kelola yang tidak beres.
Program yang seharusnya menjadi harapan warga miskin kini berubah menjadi beban baru. Pemerintah daerah dituntut tidak hanya memberikan janji, tetapi juga memastikan program berjalan tuntas dan tepat sasaran. Jika tidak, RTLH hanya akan menjadi proyek setengah jalan yang meninggalkan luka dan kekecewaan di tengah masyarakat.(Red)




