Ternate,Talentanews.com – Aksi May Day Bergerak di depan Kantor Wali Kota Ternate, Senin (4/5/2026), berujung ricuh. Massa aksi yang didominasi pedagang Pasar Higienis melemparkan sayuran ke arah aparat Polres Ternate dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ternate, memicu ketegangan di lokasi.

Pantauan di lapangan, massa datang sambil membawa dagangan mereka, lalu menumpahkannya dan melemparkannya ke halaman kantor wali kota sebagai bentuk protes. Aksi itu sempat membuat situasi memanas sebelum akhirnya dikendalikan petugas.

Koordinator lapangan, Asrun M. Jen Dosu, menegaskan aksi ini tidak hanya menyuarakan isu buruh dan pendidikan, tetapi juga menyoroti carut-marut penataan Pasar Higienis dan Barito.

Menurutnya, kebijakan pemerintah kota dinilai amburadul dan memicu konflik berkepanjangan di kalangan pedagang. Ia mendesak agar relokasi tidak dilakukan tanpa kesiapan fasilitas yang layak.

“Penataan pasar sangat semrawut. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate harus serius agar polemik ini tidak terus berlarut,” tegasnya.

Kekecewaan massa memuncak karena Wali Kota M. Tauhid Soleman tidak berada di tempat untuk menemui demonstran. Massa juga menyoroti buruknya pengelolaan sampah pasar, meski retribusi terus dipungut dari pedagang.

Mereka mendesak evaluasi terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate yang dianggap gagal menangani persoalan sampah secara maksimal.

Selain isu pasar, massa juga mengangkat minimnya layanan kesehatan di wilayah terluar seperti Batang Dua, Hiri, dan Moti. Mereka menilai satu unit ambulans laut tidak cukup untuk menjangkau kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.

Aksi ini menegaskan akumulasi kekecewaan warga terhadap kinerja Pemerintah Kota Ternate yang dinilai belum mampu menjawab persoalan mendasar, mulai dari tata kelola pasar hingga pelayanan publik di wilayah pinggiran.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *