TERNATE,Talentanews.com- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ternate menegaskan komitmennya memberantas praktik percaloan tiket dengan ancaman sanksi tegas, termasuk pemecatan bagi karyawan yang terbukti terlibat.
Kepala Pelni Cabang Ternate, Lutfi Israr, menegaskan bahwa pembelian tiket melalui calo tidak dibenarkan. Pihaknya terus menggencarkan sosialisasi melalui berbagai kanal, mulai dari media cetak, elektronik, hingga media sosial, disertai edukasi langsung kepada calon penumpang.
“Kami secara aktif mengimbau masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi yang telah bekerja sama dengan Pelni,” ujar Lutfi, Jumat (1/5/2026).
Saat ini, pembelian tiket dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Pelni Mobile maupun melalui kerja sama dengan sejumlah bank BUMN dan perbankan lainnya seperti BRI, BCA, dan Mandiri. Selain itu, tiket juga tersedia di loket resmi dengan syarat menggunakan identitas sah berupa KTP.
Untuk menutup celah praktik percaloan, Pelni menerapkan pengawasan ketat dalam proses keberangkatan. Verifikasi identitas dilakukan sejak check-in hingga naik ke kapal. Penumpang yang tidak sesuai dengan identitas pada tiket dipastikan tidak diizinkan berangkat.
“Jika ditemukan penumpang tanpa tiket resmi atau identitas tidak sesuai, akan langsung diturunkan di pelabuhan terdekat,” tegasnya.
Pelni juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak di pelabuhan, termasuk kepolisian, TNI AL, Pelindo, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, guna memastikan keamanan dan ketertiban selama proses embarkasi.
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap penipuan berkedok penjualan tiket, terutama melalui media sosial seperti Facebook dan TikTok. Lutfi mengingatkan, transaksi melalui transfer ke rekening pribadi merupakan indikasi kuat penipuan.
“Pembelian tiket di luar kanal resmi sangat berisiko, baik dari sisi harga maupun kesesuaian identitas, dan dapat merugikan penumpang,” ujarnya.
Pelni menegaskan tidak akan mentolerir keterlibatan internal dalam praktik ilegal tersebut. Oknum karyawan yang terbukti bekerja sama dengan calo akan dikenai sanksi berat hingga pemecatan.
“Komitmen kami jelas: memberantas percaloan tiket demi kenyamanan dan keamanan penumpang. Tidak ada kompromi,” tutup Lutfi. (Red)





