Weda, Talentanews.com.- Pembangunan dua ruang Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Weda yang sedianya difungsikan sebagai ruang belajar dan laboratorium komputer berakhir mengecewakan. Proyek tahun anggaran 2024 itu kini justru bermasalah. Bangunan mengalami keretakan, sementara fasilitas pendukung seperti mobiler hingga instalasi listrik sama sekali tidak disiapkan. Alhasil, dua ruang tersebut tidak dapat dimanfaatkan.
Kepala UPT SPNF SKB, Nurlela Malan, saat ditemui di ruang kerjanya, mengakui bahwa gedung tersebut memang belum bisa digunakan karena hanya sebatas penyerahan kunci. “Gedung ini dibangun tahun 2024 oleh CV Hafit Saputra dengan total anggaran lebih dari Rp700 juta. Satu ruang kelas menelan biaya Rp400 juta, sementara ruang laboratorium komputer Rp300 juta. Setelah dibangun, memang kuncinya sudah diserahkan, tapi tidak ada fasilitas pendukung sehingga belum dapat digunakan sampai sekarang,” jelasnya, Senin (8/9/2025).
Ia menambahkan, pihaknya sempat berharap gedung itu bisa dipakai saat ujian, namun pupus karena penyerahan resmi belum dilakukan dan kondisi ruang masih kosong. Padahal, satu ruangan tersebut direncanakan untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi peserta kesetaraan Paket A, B, dan C. Karena tak siap, akhirnya peserta harus menumpang di laboratorium komputer SMP Negeri 1 Weda.
“Ujian kemarin tidak bisa dilakukan di sini, terpaksa sewa tempat lain. Di dalam gedung kosong, mobiler tidak ada, listrik juga belum terpasang. Benar-benar tidak bisa dipakai,” tegas Nurlela.
Atas kondisi ini, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halteng segera turun meninjau lokasi, agar gedung bernilai ratusan juta tersebut tidak mangkrak dan bisa dikelola sesuai tujuan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Halteng, Muksin Ibrahim, saat dikonfirmasi di Kantor DPRD pada Kamis (4/9/2025), mengaku belum mengetahui adanya persoalan tersebut. “Saya belum tahu, nanti saya cek,” singkatnya.
Pewarta:Faisal Didi




