Weda,Talentanews.com – Sejumlah pengusaha jasa penyedia tenaga kerja di Kabupaten Halmahera Tengah mulai bergerak membentuk kekuatan bersama melalui wadah organisasi bernama Asosiasi Pengusaha Jasa Pekerja (APJAKER) Kabupaten Halmahera Tengah.

Organisasi ini dibentuk sebagai respons atas berbagai persoalan yang selama ini dinilai membebani perusahaan penyedia tenaga kerja lokal, khususnya dalam hubungan kerja sama dengan perusahaan investasi dan pemberi proyek di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park.

Direktur Utama PT Allberka Jaya Abadi, Simon Burnama, mengungkapkan bahwa deklarasi pembentukan APJAKER dijadwalkan berlangsung usai Hari Raya Idul Adha 2026.

Menurut Simon, APJAKER hadir bukan sekadar organisasi formal, tetapi menjadi wadah perjuangan bersama bagi para pengusaha jasa penyedia tenaga kerja lokal yang selama ini merasa belum mendapatkan ruang dan perlakuan yang adil di tengah derasnya arus investasi di Halmahera Tengah.

“Harapan kami, dengan terbentuknya APJAKER Kabupaten Halmahera Tengah, akan lahir win-win solution dalam menjawab setiap keluh kesah para kontraktor dan pengusaha penyedia tenaga kerja lokal, khususnya yang berada di kawasan PT IWIP,” ujarnya.Selasa,(26/5/2026)

APJAKER nantinya diproyeksikan menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha lokal, investor, perusahaan pemberi kerja, dan pemerintah daerah guna menciptakan hubungan industrial yang sehat, adil, dan saling menguntungkan.

Selain memperjuangkan kepastian usaha bagi perusahaan lokal, APJAKER juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan dari luar daerah yang beroperasi di Halmahera Tengah namun dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap daerah, baik dari sisi pajak maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, APJAKER mendorong adanya penertiban terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Halteng agar aktivitas investasi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Tak hanya itu, APJAKER juga mendesak agar perusahaan-perusahaan yang menjalankan proyek di kawasan industri lebih mengutamakan tenaga kerja lokal, baik tenaga kerja skill maupun non skill, serta melibatkan pengusaha jasa lokal dalam berbagai kegiatan proyek dan investasi.

Dalam perjalanannya nanti, APJAKER mengaku akan turut mengawal setiap kebijakan sepihak yang dikeluarkan pihak investasi maupun perusahaan pemberi proyek, terutama yang dinilai merugikan perusahaan penyedia tenaga kerja lokal.

Selama ini, para pengusaha jasa tenaga kerja lokal kerap merasa dipandang sebelah mata di tengah proyek-proyek besar yang berjalan di kawasan industri. Kondisi tersebut dinilai menciptakan ketimpangan dalam hubungan kerja sama antara perusahaan lokal dan investor besar.

APJAKER menegaskan akan hadir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan perlindungan usaha, kepastian hukum, hingga keterlibatan aktif pengusaha lokal dalam rantai industri di Halmahera Tengah.

Selain mengawal persoalan ketenagakerjaan dan kerja sama proyek, APJAKER juga berkomitmen ikut terlibat dalam penyusunan maupun pengawasan perjanjian kerja sama agar tidak ada pihak yang dirugikan secara sepihak.

Pembentukan APJAKER diharapkan mampu menjadi kekuatan baru bagi pengusaha lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan keterlibatan perusahaan lokal dalam sektor industri dan investasi.

Dengan semangat persatuan, APJAKER optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, investor, dan seluruh stakeholder dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, berpihak kepada masyarakat lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Halmahera Tengah.

“Seraya menegaskan kehadiran APJAKER dapat menjadi wadah komunikasi dan advokasi bagi para pengusaha jasa penyedia tenaga kerja lokal dalam memperjuangkan kepastian hukum, perlindungan usaha, serta terciptanya hubungan industrial yang sehat antara perusahaan penyedia tenaga kerja, investor, dan pemerintah daerah,”tandasnya

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *