Weda,TalenteNews.com- Kondisi ruas jalan di pertigaan Dukulamo menuju kawasan trans kian memprihatinkan. Jalan yang berlubang dan rusak parah itu tak kunjung mendapat perbaikan, meski telah lama dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan. Minimnya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan terkait memicu kemarahan publik hingga akhirnya sopir yang tergabung dalam DPC Organda Dump Truck Trans Kobe turun tangan sendiri.
Dipimpin Ketua DPC Organda, Dani Maliong, para sopir melakukan penimbunan jalan secara swadaya menggunakan material yang diambil dari kawasan trans SP 4. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan, bahkan telah berulang kali memicu kecelakaan.
“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat dan juga karyawan PT IWIP, tapi tidak ada perhatian serius. Kami sebagai pengguna jalan akhirnya berinisiatif melakukan penimbunan karena ini sudah sangat rusak dan sering menimbulkan kecelakaan,” tegas Dani.Sabtu (11/4/2026)
Menurutnya, kondisi jalan tersebut bukan sekadar rusak biasa, melainkan sudah masuk kategori parah dan membutuhkan penanganan serius. Ironisnya, meski menjadi jalur vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat dan industri, perbaikan tak kunjung dilakukan.
Dani juga menyoroti fakta bahwa jalan tersebut merupakan bagian dari jalur lingkar tambang yang intensitas lalu lintasnya tinggi. Namun hingga kini, tanggung jawab perbaikan seolah saling lempar antara pemerintah dan pihak perusahaan.
“Kami berharap ada perhatian serius. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban akibat pembiaran ini,” tambahnya.
Aksi swadaya ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan perusahaan yang dinilai abai terhadap infrastruktur dasar. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan pengguna jalan yang terancam, tetapi juga mencerminkan lemahnya tanggung jawab terhadap fasilitas publik yang vital.





