Weda,Talentanews.com – Persiapan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Poprov) Maluku Utara yang akan digelar di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, berubah menjadi potret buruk wajah pembinaan olahraga di Kabupaten Halmahera Tengah. Di tengah tuntutan prestasi dan target mengharumkan nama daerah, para atlet justru dipaksa bertahan tanpa dukungan anggaran latihan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halteng.
Alasan “efisiensi anggaran” yang dipakai Dispora kini menuai kecaman keras. Sebab, hingga memasuki hampir tiga bulan masa persiapan, sejumlah cabang olahraga mengaku belum mendapatkan dukungan anggaran latihan yang layak. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pembiaran sekaligus kegagalan pemerintah daerah dalam menghargai perjuangan atlet.
Cabang olahraga yang dipersiapkan menghadapi Poprov di antaranya pencak silat, panjat tebing, bola basket, bola voli, atletik, biliard, futsal, petanque, tenis meja, bulu tangkis, hingga catur. Namun mirisnya, para atlet disebut hanya mengandalkan semangat dan kemampuan sendiri untuk tetap berlatih.
Dispora Halteng dinilai hanya pandai bicara soal prestasi, tetapi gagal menunjukkan keberpihakan nyata terhadap atlet. Atlet diminta membawa nama baik daerah, sementara hak dasar mereka sebagai peserta pembinaan justru diabaikan.
“Latihan sudah hampir tiga bulan berjalan, tapi anggaran latihan tidak ada kejelasan. Atlet latihan dengan segala keterbatasan. Kalau seperti ini, bagaimana mau bicara prestasi?” tegas Wawan,Ketua Bidang Atlet FPTI Halmahera Tengah.Jumat (15/5/2026)
Situasi ini memunculkan kemarahan sejumlah pengurus cabang olahraga. Mereka menilai Dispora Halteng seakan menutup mata terhadap kondisi atlet yang sedang dipersiapkan menuju ajang tingkat provinsi. Padahal, kontingen Halteng dijadwalkan bertolak ke Halmahera Utara pada 30 Mei 2026.
Kebijakan efisiensi yang dijadikan alasan justru dianggap melukai mental atlet muda. Pemerintah daerah dinilai tega membebankan tanggung jawab besar kepada atlet tanpa dukungan yang memadai. Jika sejak persiapan saja atlet sudah “ditelantarkan”, maka jangan berharap Halteng mampu bersaing di Poprov Maluku Utara.tegas Wawan.
Publik kini menunggu keberanian Dispora Halteng menjelaskan secara terbuka ke mana arah dan prioritas anggaran olahraga daerah. Sebab di tengah semangat atlet yang masih bertahan, pemerintah justru dinilai hadir setengah hati.(Redaksi).






