Weda,Talentanews.com.-Tragedi kebakaran hebat meluluhlantakkan enam rumah warga dan satu toko di Desa Were, Kecamatan Weda, Selasa (9/9/2025) malam. Kobaran api yang membara sejak pukul 18.30 WIT kian menggila lantaran respon cepat pemadam kebakaran dinilai lambat, membuat api leluasa melahap pemukiman.
Sumber api awalnya terpantau dari salah satu bangunan, diduga kuat terkait instalasi listrik dan tabung gas LPG yang kerap menjadi pemicu kebakaran di kawasan pemukiman. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat hingga membakar rumah-rumah warga yang berdempetan.
Warga panik berhamburan keluar rumah, hanya bisa menyelamatkan diri dengan pakaian di badan. Sementara itu, jeritan histeris dan tangisan anak-anak terdengar di tengah kobaran api yang kian membubung.
Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto, melalui Kasi Humas IPDA Amir Mahmud, menyatakan bahwa penyebab pasti masih diselidiki. “Korban jiwa nihil. Anggota sedang mendata kerugian material, lokasi sudah diberi police line, tim INAFIS sudah turun dan Labfor akan didatangkan,” tegasnya.
Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIT setelah hampir tiga jam lebih warga, TNI, Polri, dan tim Damkar berjibaku. Enam rumah warga hangus, masing-masing milik Jusman, Ibu Narti, Hi Saleh, Rosiana Gusti, serta toko Harapan Jaya milik Hi Herman.
Namun, musibah ini belum benar-benar berakhir. Dikhawatirkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan penjarahan di rumah-rumah korban kebakaran yang kini kosong. Polisi memasang garis polisi untuk mengantisipasi hal tersebut, namun kewaspadaan warga tetap diperlukan.
Kapolres mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran. “Periksa instalasi listrik, perhatikan penggunaan LPG dan peralatan rumah tangga. Kecerobohan sekecil apapun bisa mengorbankan nyawa dan harta benda,” tandasnya.
Kini, Desa Were hanya menyisakan puing-puing hitam dan derai tangis. Tragedi ini menjadi alarm keras: keterlambatan penanganan bencana hanya akan memperbesar penderitaan rakyat.
Pewarta:Faisal Didi





