Weda, TalentaNews.com – Kepergian mantan Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali, pada Jumat malam (14/8/2026) di Makassar, Sulawesi Selatan, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Maluku Utara, terutama warga Halmahera Tengah.
Bagi Halmahera Tengah, Al Yasin Ali bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang daerah itu ketika pembangunan mulai diletakkan dari fondasi paling awal.
Almarhum pernah memimpin Halmahera Tengah selama dua periode sebelum kemudian menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara. Jejak pengabdiannya masih dikenang oleh masyarakat yang pernah merasakan langsung kepemimpinannya.
Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, menjadi salah satu yang merasakan kehilangan tersebut. Sebagai warga sekaligus bagian dari lembaga politik daerah, Munadi menilai jasa Al Yasin Ali terhadap pembangunan Halmahera Tengah tidak mudah dilupakan.
“Jasa Alm M Al-Yasin Ali ini cukup besar, beliau peletak dasar fondasi pembangunan di Halmahera Tengah,” ujar Munadi kepada TalentaNews.com, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Munadi, banyak hal yang dinikmati masyarakat Halmahera Tengah saat ini tidak terlepas dari kerja dan pengabdian Al Yasin Ali ketika memimpin daerah tersebut. “Apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari tangan dingin Alm M Al-Yasin Ali,” katanya.
Munadi mengaku, perjalanan Halmahera Tengah dari masa awal hingga menjadi daerah yang kini dibanggakan masyarakat merupakan bagian dari warisan pembangunan yang ditinggalkan Al Yasin Ali.
“Sejujurnya kita harus berterima kasih yang setinggi-tingginya kepada Alm yang telah mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membangun Halmahera Tengah, dari nol sampai menjadi daerah yang bisa kita banggakan,” ujarnya.
Bagi Munadi, penghormatan kepada seorang pemimpin yang telah mengabdikan hidupnya untuk daerah tidak cukup hanya melalui ucapan belasungkawa. Karena itu, ia mendorong adanya bentuk penghormatan yang dapat terus mengingatkan generasi mendatang terhadap jasa Al Yasin Ali.
Munadi mengatakan dirinya telah meminta Fraksi NasDem DPRD Halmahera Tengah untuk memperjuangkan perubahan nama Ruang Paripurna DPRD Halmahera Tengah menjadi Ruang Paripurna M Al Yasin Ali.
“Saya sudah memerintahkan supaya Fraksi NasDem DPRD Halmahera Tengah untuk memperjuangkan penamaan Ruang Paripurna DPRD Halmahera Tengah menjadi Ruang Paripurna M Al Yasin Ali,” kata Munadi.
Menurut dia, pemberian nama tersebut mungkin tidak sebanding dengan besarnya jasa yang telah diberikan Al Yasin Ali. Namun, langkah itu dinilai menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sosok yang pernah meletakkan dasar pembangunan Halmahera Tengah.
“Ini tidak seberapa dibanding dengan jasa beliau, tapi ini merupakan cara kita untuk menghormati beliau,” ujarnya.
Munadi berharap gagasan tersebut mendapat dukungan seluruh fraksi di DPRD Halmahera Tengah. Dengan begitu, proses penetapan nama ruang paripurna tersebut dapat segera dilakukan.
“Karena itu saya berharap apa yang diperjuangkan oleh Fraksi NasDem bisa disetujui oleh semua fraksi di DPRD supaya dalam waktu dekat pimpinan DPRD bisa segera menetapkan penamaan itu menjadi keputusan DPRD Halmahera Tengah,” kata Munadi.
Bagi Munadi, Al Yasin Ali mungkin telah pergi secara fisik. Namun, bagi daerah yang pernah dipimpinnya, jejak pengabdian itu akan tetap tinggal.
Pembangunan yang pernah ia rintis menjadi bagian dari cerita Halmahera Tengah. Dan jika kelak Ruang Paripurna DPRD benar-benar menyandang namanya, setiap rapat dan keputusan yang lahir di dalamnya akan sekaligus menjadi pengingat tentang seorang putra daerah yang pernah mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membangun daerah dari titik awal.
Al Yasin Ali telah pergi, tetapi fondasi yang pernah ia letakkan masih berdiri. Di sanalah, bagi masyarakat Halmahera Tengah, kenangan tentang pengabdiannya akan terus hidup. (*)



