Weda, TalentaNews.com -Pesta ulang tahun yang semula diwarnai musik dan joget berubah menjadi keributan berdarah di Kosan Tiga Putra, Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Sejumlah orang terluka dalam insiden yang pecah pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026. Seorang di antaranya mengalami luka tusuk di punggung kanan.

Keributan yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIT itu diduga melibatkan dua anggota TNI dan sejumlah warga sipil. Bentrokan tidak berhenti di lokasi pesta. Situasi justru semakin tegang setelah warga mendatangi markas kepolisian dan sejumlah orang dilaporkan melakukan penyisiran dengan membawa tombak serta parang.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedewanto melalui Kasi Humas Ipda Amir Mahmud membenarkan adanya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut. Polisi sedang menangani kasus yang terjadi di wilayah Weda Tengah itu.

“Benar, ada kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di Kosan Tiga Putra, Kecamatan Weda Tengah, sekitar pukul 01.30 WIT. Peristiwa tersebut diduga melibatkan anggota TNI dan warga sipil serta mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka,” demikian keterangan pihak kepolisian pada Senin (12/10/2026).

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, pesta ulang tahun itu digelar Ferdinand Delto Wattimena pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIT. Acara dimeriahkan perangkat pengeras suara untuk pesta joget dan dihadiri sejumlah kerabat, termasuk warga asal Ambon serta dua anggota TNI berinisial KS dan BM.

Keributan diduga bermula dari aksi saling senggol di antara peserta pesta. Situasi kemudian memanas setelah terjadi pemukulan. KS disebut berusaha melerai, tetapi justru ikut dipukul hingga terjatuh. BM kemudian berusaha membantu rekannya. Upaya tersebut diduga berujung pada bentrokan yang meluas.

Salah satu korban, Riyando Loti, karyawan PT RIM yang berdomisili di Desa Lukulamo, mengalami luka tusuk di punggung kanan dan luka-luka pada bagian belakang tubuh. Berdasarkan laporan awal, orang yang diduga menusuk Riyando disebut memiliki rambut gondrong. Namun, identitasnya belum dipastikan dan masih perlu ditelusuri melalui penyelidikan.

Korban lainnya, Krisno Arbaben, dilaporkan mengalami pembengkakan pada mata kanan dan luka di kepala. Informasi awal menyebutkan luka tersebut diduga akibat pemukulan oleh Ferdinand Delto Wattimena. Sementara itu, Riki Ricardo Burnama mengalami luka-luka di bagian belakang tubuh saat berusaha melerai keributan.

Bentrokan diduga berlanjut ke kamar kos nomor tiga. Dalam laporan awal disebutkan, BM memanggil Jesen Tuwing, Fransisko Takuling, dan Rinaldi Saban ke kamar tersebut. BM bersama KS diduga melakukan penganiayaan terhadap ketiganya hingga mengalami luka-luka. Dugaan keterlibatan setiap orang dalam rangkaian peristiwa ini masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan.

Personel Polsubsektor Weda Tengah kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan KS ke markas kepolisian. Langkah itu dilakukan untuk mencegah keributan berlanjut.

Namun, kedatangan sejumlah warga Desa Lukulamo ke markas Polsubsektor kembali meningkatkan ketegangan. Mereka dilaporkan berupaya melakukan aksi main hakim sendiri terhadap anggota TNI yang diamankan. Petugas memperketat pengamanan dan menempatkan KS di ruang tahanan untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Ketegangan kemudian meluas ke luar lokasi pesta. Berdasarkan laporan awal, sejumlah warga yang membawa senjata tajam berupa tombak dan parang melakukan penyisiran terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam keributan.

Seorang laki-laki yang terlihat keluar dari kawasan hutan dilaporkan dikejar dan mengalami penganiayaan oleh massa. Hingga kini, identitas laki-laki tersebut serta kaitannya dengan bentrokan di Kosan Tiga Putra belum dipastikan.

Dalam perkembangan penanganan perkara, satu anggota TNI dilaporkan telah diserahkan kepada komandan kompi, sedangkan satu anggota lainnya diamankan polisi. Belum ada kepastian mengenai penetapan tanggung jawab hukum masing-masing pihak dalam rangkaian insiden tersebut.

Polisi masih perlu mengurai pemicu bentrokan, memastikan identitas orang yang diduga melakukan penusukan, serta menelusuri dugaan penganiayaan terhadap sejumlah korban.

Penanganan juga perlu memastikan tidak terjadi aksi balasan maupun tindakan main hakim sendiri setelah keributan yang bermula dari pesta ulang tahun itu meluas menjadi insiden berdarah. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *