Weda, TalentaNews.com – Pekerjaan jalan hotmix yang tengah berlangsung di Kota Weda kembali menuai kritikikan keras. Anggota DPRD Halmahera Tengah, Usman A.Tigedo, menilai pelaksanaan proyek di lapangan harus diawasi secara serius agar tidak menimbulkan persoalan kualitas di kemudian hari.

Politisi yang akrab disapa Oger itu menyoroti metode pengerjaan, khususnya pada proses pengerukan aspal lama sebelum pelapisan hotmix baru dilakukan. Ia menyebut, pengupasan aspal tidak dilakukan secara menyeluruh sebagaimana mestinya.

“Kalau kita lihat di lapangan, jalan yang akan di-hotmix seperti di depan dermaga Weda menuju pasar bukan dilakukan pengupasan menyeluruh, tetapi hanya dicukur sekitar lima garis. Ini bagaimana dengan kualitasnya ke depan?” tegas Oger, Senin (2/3).

Menurutnya, pengupasan aspal lama harus dilakukan secara merata agar lapisan hotmix memiliki daya rekat yang kuat dan ketahanan maksimal. Jika tidak, potensi kerusakan dini sangat besar.

“Kalau tidak dikontrol secara maksimal, itu berpotensi baru setahun sudah rusak,” ujarnya.

Selain menyoroti pekerjaan yang sedang berjalan, Oger juga meminta dinas teknis terkait turun langsung mengevaluasi sejumlah ruas jalan yang telah selesai dikerjakan. Ia menyinggung ruas di belakang Perumahan 50 Kilo Tiga yang, berdasarkan informasi yang diterimanya, perlu ditinjau ulang guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

“Saya minta dinas jangan hanya fokus pada pekerjaan yang sementara berjalan, tapi juga melihat kembali hasil pekerjaan yang sudah selesai. Kalau ada kekurangan, segera diperbaiki,” katanya.

Oger menegaskan, proyek infrastruktur yang bersumber dari anggaran publik wajib dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai standar teknis. Ia mengingatkan agar tidak ada kompromi dalam penggunaan uang rakyat.

“Saya minta dinas terkait benar-benar mengawasi pekerjaan jalan dalam kota secara maksimal. Jangan main-main dengan uang rakyat,” tandasnya.

DPRD Halmahera Tengah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan proyek hotmix tersebut demi memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *