” 3.500 Rumah Layak Huni Versi Pemda Dipertanyakan Mahasiswa” 

WEDA, TalentaNews.com – Pernyataan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji mengenai keberhasilan membangun 3.500 unit rumah layak huni dalam satu tahun pemerintahan menuai polemik. Klaim yang disampaikan dalam siaran langsung Garuda TV itu dinilai tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat di berbagai wilayah Halmahera Tengah.

Sorotan keras datang dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara.

Ketua SEMMI Malut, Sarjan H. Rivai, menegaskan bahwa klaim ribuan rumah layak huni tersebut tidak ditemukan secara faktual di lapangan. Menurutnya, hasil pemantauan dan penelusuran yang dilakukan mahasiswa menunjukkan pembangunan rumah warga jauh dari angka yang disampaikan Bupati Halteng di media nasional.Sabtu (7/2/2026)

Sarjan menilai persoalan utama terletak pada cara pemerintah daerah menyajikan data capaian pembangunan. Ia mengingatkan bahwa data administratif tanpa verifikasi lapangan berpotensi menyesatkan publik dan menciptakan ilusi keberhasilan. Terlebih, klaim tersebut disampaikan di ruang publik berskala nasional, yang seharusnya menuntut akurasi dan tanggung jawab lebih besar.

Tak hanya mempersoalkan angka pembangunan rumah layak huni, SEMMI Malut juga mengkritik orientasi penggunaan anggaran daerah yang dinilai lebih mengedepankan pencitraan ketimbang penyelesaian masalah mendasar masyarakat. Menurut Sarjan, kehadiran kepala daerah di media nasional tidak sebanding dengan kondisi kesejahteraan warga yang masih belum merata di Halmahera Tengah.

Kritik tersebut diperkuat dengan kondisi layanan publik yang hingga kini belum menunjukkan perbaikan signifikan. Salah satunya adalah PDAM Weda yang disebut telah berhenti beroperasi selama lima hingga enam bulan terakhir. Bagi SEMMI Malut, fakta ini menjadi penanda bahwa narasi keberhasilan satu tahun pemerintahan IMS Adil masih menyisakan banyak tanda tanya dan layak diuji secara terbuka.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *